Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh Sabtu, 15/08/2026 | 09:36
Diguncang Guncangan M 7,7, Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Kabupaten Sikka, NTT Roboh Sabtu (15/8/2026).
SULUHRIAU, Maumere – Guncangan gempa kuat mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Salah satu dampaknya terlihat di Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Kabupaten Sikka, ketika bagian ruang tunggu berlantai dua dilaporkan roboh.
Kerusakan bangunan terjadi saat aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung. Kepanikan pun pecah. Warga yang berada di sekitar lokasi berhamburan mencari tempat aman untuk menjauh dari bangunan yang mengalami kerusakan.
Sejumlah warga bahkan dilaporkan memilih menjauh ke arah laut ketika situasi semakin panik. Hingga laporan ini disusun, petugas gabungan masih melakukan penanganan di lokasi serta mendata dampak gempa, termasuk kondisi bangunan dan kemungkinan adanya warga yang terdampak.
Gempa tersebut sempat tercatat dengan magnitudo awal 7,0 sebelum parameter kegempaan diperbarui menjadi magnitudo 7,7. Pusat gempa berada di wilayah Flores dengan kedalaman relatif dangkal, sehingga getarannya dirasakan kuat di sejumlah daerah.
Besarnya kekuatan gempa membuat kewaspadaan meningkat, terutama di kawasan pesisir. BMKG mengeluarkan rekomendasi evakuasi bagi sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak tsunami.
Wilayah yang masuk dalam rekomendasi antara lain bagian utara Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Sikka dan Ende, serta sejumlah wilayah lainnya di kawasan Sulawesi dan Kepulauan Selayar.
Masyarakat di daerah pesisir diminta mengikuti arahan pemerintah daerah dan informasi resmi otoritas kebencanaan. BNPB juga mengimbau warga di pesisir utara Flores untuk segera menjauh dari kawasan pantai apabila berada di wilayah yang masuk dalam rekomendasi evakuasi.
Situasi di Maumere menjadi perhatian karena kawasan Flores memiliki sejarah aktivitas gempa dan tsunami. BMKG mencatat Flores pernah mengalami gempa besar yang disertai tsunami pada 1992.
Sementara itu, proses pendataan dampak gempa masih berlangsung. Informasi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan bangunan perlu menunggu hasil verifikasi petugas di lapangan.
Masyarakat diimbau tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengandalkan informasi resmi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta petugas yang berada di lokasi. (kpc, src)