Tak Perlu Malu, Warga Pekanbaru Bisa Tes HIV Gratis dan Dirahasiakan di Puskes Kamis, 13/08/2026 | 14:34
SULUHRIAU, Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru mempermudah akses warga untuk tahu status kesehatannya.
Mulai sekarang, tes HIV bisa dilakukan secara gratis dan rahasia di 21 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.
Layanan itu hadir lewat program Voluntary Counseling and Testing atau VCT. Tujuannya sederhana: deteksi dini, putus rantai penularan, dan pastikan penderita dapat pengobatan serta pendampingan berkelanjutan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, menyampaikan Pemko tidak memungut biaya sepeser pun untuk pemeriksaan di puskesmas.
"Jadi bagi masyarakat yang merasa perlu cek, silakan datang ke puskesmas terdekat. Layanannya sudah ada dan gratis," kata Dedy, Kamis 13 Agustus 2026.
Tidak hanya di puskesmas. Jaringan layanan juga diperluas ke 29 rumah sakit, 4 lapas, 1 rutan, klinik, BKK, serta 31 fasilitas yang menyediakan layanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan PDP. Untuk pemantauan virus, tersedia 31 titik rujukan Viral Load dan 10 layanan pencegahan penularan dari ibu ke anak PeRP.
Jika hasil tes menunjukkan positif, pasien langsung dirujuk untuk berobat. Pengobatan ARV tersedia di puskesmas maupun rumah sakit rujukan.
Pemerintah juga menggandeng kelompok pendamping, termasuk LSM Peduli AIDS, untuk memastikan pasien tidak berjalan sendirian.
Yang menarik, Pemko juga menyiapkan pendekatan sosial dan keagamaan. Para pendakwah dan penceramah akan dilibatkan untuk menyampaikan edukasi pencegahan HIV/AIDS di masjid-masjid. Pesannya fokus pada perilaku sehat dan nilai-nilai yang melindungi diri dan keluarga.
"Penyakit ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga menyangkut tatanan kehidupan. Karena itu sosialisasi dan edukasi harus terus kita gencarkan," ujar Dedy.
Dinkes bersama Komisi Penanggulangan AIDS KPA Pekanbaru juga aktif menyebarkan informasi melalui media massa dan pertemuan langsung. Warga yang merasa memiliki riwayat perilaku berisiko didorong memanfaatkan layanan VCT secara sukarela.
Bahkan tersedia pendampingan khusus agar seseorang berani mengajak pasangannya ikut tes.
Pemko berharap gerakan ini mendapat dukungan luas. Tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemuda, perempuan, hingga kader posyandu diimbau ikut menjadi corong informasi di lingkungan masing-masing.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Pekanbaru menekan angka kasus baru HIV/AIDS. Dengan layanan yang mudah dijangkau, stigma diharapkan berkurang dan masyarakat lebih terbuka untuk menjaga kesehatan.
"Intinya kami ingin semua warga Pekanbaru sehat. Deteksi cepat, obati cepat, dan dampingi terus," tutup Dedy. (kim)