700 Jamaah Pekanbaru Mulai Bersiap Haji 2027, Dibekali Manasik dan Kesiapan Kesehatan Sejak Dini Selasa, 11/08/2026 | 14:51
SULUHRIAU, Pekanbaru – Menunggu keberangkatan ke Tanah Suci bukan sekadar soal waktu. Bagi calon jamaah haji, kesiapan fisik, kesehatan, dokumen, hingga pemahaman tata cara ibadah perlu dipersiapkan jauh sebelum hari keberangkatan tiba.
Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Manasik Haji Sepanjang Masa yang digelar Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan bersama Kementerian Haji dan Umrah Kota Pekanbaru.
Sekitar 700 jamaah yang diproyeksikan berangkat pada musim haji 2027 serta jamaah dalam daftar tunggu 2028 mengikuti pembekalan di Masjid Paripurna Raudathus Sholihin, Pekanbaru.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi jamaah untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini. Tidak hanya mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga kesiapan administrasi dan kondisi kesehatan yang menjadi bagian penting dalam menentukan kemampuan jamaah menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Sejumlah pengurus Forum Jamaah Haji 2026 juga hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berbagi pengalaman selama menjalankan ibadah haji tahun sebelumnya, sehingga calon jamaah dapat memperoleh gambaran mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat.
Kesiapan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan persiapan kesehatan jamaah tidak seharusnya baru dimulai ketika keberangkatan sudah dekat.
Menurutnya, kondisi fisik jamaah perlu dipantau secara berkelanjutan agar berbagai risiko kesehatan dapat diketahui dan ditangani sejak awal.
“Persiapan jamaah harus dilakukan sejak awal, bukan hanya ketika keberangkatan sudah semakin dekat. Jamaah harus mengetahui status keberangkatannya, melengkapi dokumen, menjaga kesehatan dan terus mengikuti informasi resmi,” ujar Dedy.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pekanbaru bersama pihak terkait telah menyiapkan mekanisme pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan.
Tim kesehatan juga telah dipersiapkan untuk memantau kondisi calon jamaah secara bertahap. Untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, sebanyak 15 rumah sakit di Pekanbaru disiapkan sebagai tempat pelaksanaan medical check-up atau pemeriksaan kesehatan jamaah.
“Untuk pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji, kita sudah membentuk tim kesehatan, mulai pemeriksaan tingkat pertama di puskesmas sampai ke tingkat rujukan di rumah sakit,” jelasnya.
“Kita juga sudah menyiapkan rumah sakit untuk pemeriksaan medical check-up dengan melibatkan 15 rumah sakit yang ada di Pekanbaru,” sambung Dedy.
Menurutnya, sistem tersebut diharapkan membuat kondisi kesehatan jamaah dapat dipantau sejak sekarang hingga waktu keberangkatan.
Selain pemeriksaan medis, jamaah juga dianjurkan mulai membangun kebiasaan hidup aktif dan melakukan latihan fisik secara bertahap. Persiapan sederhana tersebut dinilai penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima.
“Kita menyarankan jamaah mulai melakukan latihan-latihan fisik agar tidak mudah kelelahan ketika menjalankan ibadah haji nanti,” katanya.
Persiapan Lebih Awal, Evaluasi Haji Jadi Pijakan
Kegiatan Manasik Haji Sepanjang Masa tersebut dibuka oleh Dr Zulfadhli yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau.
Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pekanbaru, Hj Haryati, SE, Ak, M.E.Sy, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dedy Sambudi, serta ratusan jamaah.
Dalam kegiatan tersebut, penyelenggaraan haji 2026 juga menjadi bagian dari evaluasi. Salah satu indikator yang disampaikan adalah indeks kepuasan jamaah yang mencapai 91,45 persen.
Capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk terus memperbaiki pelayanan haji, termasuk dalam hal pembekalan dan pendampingan jamaah sejak sebelum keberangkatan.
Bagi jamaah yang akan berangkat pada 2027 maupun yang masih menunggu jadwal keberangkatan, pembekalan sejak dini memberikan ruang yang lebih panjang untuk mempersiapkan diri.
Lima Hal yang Perlu Dipastikan Jamaah
Dedy mengingatkan calon jamaah agar tidak hanya fokus pada jadwal keberangkatan. Ada sejumlah hal mendasar yang perlu dipastikan sejak sekarang.
Pertama, jamaah perlu mengetahui dengan jelas status keberangkatannya. Kedua, memastikan seluruh dokumen yang diperlukan telah dipersiapkan. Ketiga, menjaga kondisi kesehatan secara konsisten.
Keempat, memahami manasik secara mandiri sehingga jamaah tidak hanya bergantung pada pembekalan menjelang keberangkatan. Kelima, memastikan selalu mendapatkan informasi melalui kanal resmi Kementerian Haji dan Umrah maupun Pemerintah Kota Pekanbaru.
Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya persoalan administrasi maupun kesehatan ketika waktu keberangkatan semakin dekat.
Melalui Manasik Haji Sepanjang Masa, pemerintah berharap calon jamaah memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh. Dengan persiapan lebih panjang, jamaah diharapkan dapat berangkat dalam kondisi lebih siap dan mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan baik.
Lebih jauh, pembinaan kesehatan yang dimulai sejak dini diharapkan dapat membantu menekan risiko gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Sebab, perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya tentang menunggu antrean keberangkatan. Bagi para calon jamaah, setiap hari yang dilewati sejak sekarang merupakan kesempatan untuk menyiapkan fisik, mental, administrasi, dan pengetahuan agar ketika panggilan itu tiba, mereka benar-benar berada dalam kondisi siap.