☰ Pendidikan Naik Sampan 3 Jam Susuri Sungai Subayang Bunda PAUD Kampar Sosialisasikan Wajib Belajar Prasekolah di Daerah 3T Minggu, 09/08/2026 | 17:06
SULUHRIAU, Kampar - Pendidikan anak usia dini di wilayah terpencil menjadi perhatian serius. Bunda PAUD Kabupaten Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar menyusuri Sungai Subayang selama kurang lebih 3 jam menggunakan sampan untuk menjangkau masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Sabtu (8/8/2026).
Kunjungan ini bertujuan menyosialisasikan Peraturan Bupati tentang Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Sekaligus menyerahkan bantuan alat belajar bagi anak usia prasekolah di lima desa.
Tiga desa yang didatangi langsung yakni Desa Muara Bio, Desa Gajah Bertalut dan Desa Terusan. Penyerahan bantuan secara simbolis juga dilakukan kepada perwakilan Desa Subayang Jaya dan Desa Pangkalan Serai.
Rombongan Bunda PAUD didampingi Kepala Dinas PMD Kampar Febrinaldi Tridarmawan, Kabid PAUD Disdikpora Kampar Taufik Wahyudiansyah, serta anggota Forum PAUD Kabupaten Kampar.
Rangkaian kegiatan tidak hanya sosialisasi Perbup. Ada juga program PAUD Multijenjang, APE Keliling, dan Bunda PAUD Peduli yang digelar di tengah masyarakat.
Di hadapan anak-anak dan warga, Ny. Tengku Nurheryani memberikan semangat. Ia meminta anak-anak di wilayah 3T tetap giat belajar meski terkendala jarak dan akses.
"Anak-anak Bunda sekalian harus semangat dalam menuntut ilmu. Rajin belajar, karena pendidikan adalah bekal untuk meraih cita-cita dan menjadi orang sukses di masa depan," ujarnya.
Ia menjelaskan Forum PAUD Kampar menjalankan sejumlah program untuk menjangkau anak di pelosok. Dua di antaranya adalah GAS PAUD dan Jangkeling.
"Melalui program GAS PAUD dan Jangkeling, nantinya akan ada guru-guru kita yang datang ke desa-desa ini untuk mengajar minimal satu kali dalam seminggu. Jadi kepada para orang tua, jangan bosan untuk mengantar anak-anaknya ketika program Jangkeling datang," jelasnya.
Menurutnya, program tersebut adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap pemerataan pendidikan. Tujuannya memastikan anak di wilayah 3T tetap mendapat layanan pendidikan layak sejak usia dini.
Bunda PAUD Kampar juga mengajak orang tua dan masyarakat terus mendukung agar program PAUD berjalan berkelanjutan.
"Kita ingin anak-anak di seluruh pelosok Kampar mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Mari bersama-sama memberikan dukungan, terutama para orang tua, agar anak-anak kita rajin belajar dan terus mengejar cita-cita," tambahnya.
Perjalanan menggunakan piyau menyusuri Sungai Subayang selama 3 jam juga menjadi pengalaman tersendiri bagi rombongan. Selain mengantar misi pendidikan, mereka juga disuguhi keindahan alam sungai yang menjadi urat nadi kehidupan warga Kampar Kiri Hulu. (kmf)