Adu Mulut Berujung Bentrok hingga Baku Pukul usai Rapat Banggar DPRD Riau, Polisi Dalami Kronologi Kejadian Kamis, 16/07/2026 | 20:37
Satu sisi suasana bentrok usai rapat banggar DPRD Riau Kamis (16/7/2026)
SULUHRIAU, Pekanbaru– Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang semestinya membahas agenda strategis anggaran justru berakhir ricuh.
Keributan yang terjadi usai rapat di Ruang Medium DPRD Riau, Kamis (16/7/2026), kini menjadi perhatian aparat kepolisian yang telah turun tangan melakukan penyelidikan.
Insiden tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan. Polisi masih mengumpulkan barang bukti dan meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum penyelidikan rampung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan diduga telah muncul sejak rapat berlangsung. Perselisihan disebut melibatkan Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari kedua pihak terkait duduk persoalan yang memicu insiden tersebut.
Situasi yang sempat mereda kembali memanas setelah rapat berakhir sekitar pukul 14.30 WIB. Sejumlah orang dari kedua kubu disebut berdatangan ke lokasi hingga terjadi adu argumentasi yang kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong dan bahkan baku pukul.
Keributan itu sempat mengganggu aktivitas di lingkungan DPRD Riau. Beberapa anggota dewan bersama petugas keamanan internal berupaya melerai bentrokan agar situasi tidak semakin meluas.
Dalam insiden tersebut, seorang pria dilaporkan terjatuh dan sempat kehilangan kesadaran setelah menerima beberapa pukulan. Selain itu, seorang petugas pengamanan internal DPRD Riau berinisial AI juga mengalami luka di bagian kepala saat berusaha memisahkan pihak-pihak yang terlibat.
Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis.
Tak lama setelah menerima laporan, personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru mendatangi lokasi kejadian.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau AKBP Roy Noor mengatakan saat petugas tiba, situasi di lokasi sudah berangsur kondusif.
"Kami menerima laporan adanya keributan di Kantor DPRD Provinsi Riau. Bersama Polresta Pekanbaru kami langsung menuju lokasi. Saat tiba, situasi sudah dalam keadaan kondusif," ujar Roy.
Menurutnya, fokus penyidik saat ini adalah mengamankan seluruh barang bukti yang dapat membantu mengungkap kronologi kejadian, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) serta dokumentasi video dari lokasi.
"Langkah awal yang kami lakukan adalah mengumpulkan seluruh alat bukti, baik rekaman CCTV maupun video yang berada di sekitar lokasi kejadian," katanya.
Roy menegaskan kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab maupun motif keributan karena seluruh fakta masih dalam proses pendalaman.
"Modus maupun motif kejadian masih kami dalami. Informasi yang beredar di media sosial akan kami cocokkan dengan hasil penyelidikan. Kami juga menunggu apabila nantinya ada laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan," jelasnya.
Hingga Kamis malam, penyidik juga belum memeriksa saksi-saksi karena proses masih difokuskan pada pengumpulan bukti di lapangan.
Petugas keamanan internal DPRD yang mengalami luka pun belum dapat dimintai keterangan lantaran masih menjalani perawatan medis.
"Kami belum bisa memastikan penyebab luka yang dialami korban, apakah akibat pukulan atau benda tumpul. Semua masih menunggu hasil pemeriksaan," tambah Roy.
Saat ditanya mengenai identitas pihak-pihak yang terlibat, polisi belum memberikan kepastian apakah seluruhnya berasal dari lingkungan DPRD atau terdapat pihak lain.
"Penyelidikan masih berlangsung. Setelah seluruh fakta terkumpul, kami akan menyampaikan perkembangan secara resmi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Riau, Zulkarnain, membenarkan adanya keributan di lingkungan DPRD. Namun, ia belum bersedia memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kronologi maupun penyebab insiden tersebut. "Benar ada kericuhan," ujarnya singkat.
Hingga berita ini dirilis, pimpinan DPRD Riau maupun Sekretariat DPRD Riau belum menyampaikan keterangan resmi terkait penyebab kericuhan yang terjadi setelah rapat Banggar bersama TAPD tersebut.
Di sisi lain, kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang mencoreng jalannya agenda resmi lembaga legislatif itu. (src)