Srikandi Jaga Desa Dikukuhkan, Sinergi ABPEDNAS dan SMSI, Media Siber Turun Kawal Program Prabowo Sabtu, 04/07/2026 | 15:02
SULUHRIAU– Ribuan perempuan dari seluruh penjuru Indonesia resmi dikukuhkan sebagai pengurus Srikandi Jaga Desa.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung Hashim S. Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Jumat malam 3 Juli 2026 di Ballroom The Djakarta Theater.
Acara mengusung tema "Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera". Pelantikan ini menjadi langkah awal memperkuat peran perempuan sebagai garda terdepan dalam mengawal pembangunan dan program prioritas pemerintah untuk desa.
Srikandi Jaga Desa merupakan organisasi sayap resmi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional. Fokusnya mendorong partisipasi perempuan dalam pemberdayaan masyarakat, pengawasan program pemerintah, serta mewujudkan tata kelola desa yang terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan.
Ella Nurlaela Tubagoes dipercaya sebagai Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa. Ia dilantik bersama jajaran pengurus tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota se-Indonesia.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Jaksa Agung RI, sejumlah Menteri dan Wakil Menteri, Komisaris serta Direksi BUMN, dan para kepala daerah. Di antaranya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Gubernur Maluku Sherly Laos yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa.
Rangkaian acara dimulai pukul 18.30 WIB dengan tari tradisional. Dilanjutkan pembacaan berita acara dan Surat Keputusan oleh Sekretaris Jenderal ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana. Puncak acara adalah prosesi pelantikan yang dipimpin Hashim didampingi Prof. Dr. Reda Manthovani.
Perempuan Diminta Jadi Pengawas Program Pemerintah
Dalam pidato tunggalnya, Hashim menyampaikan apresiasi atas dedikasi para Srikandi. Ia menyebut waktu pelantikan bertepatan dengan dimulainya program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hashim menyoroti tiga program besar, yaitu Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Menurutnya program dengan tujuan baik itu harus dikawal agar tepat sasaran.
"Program-program pemerintah dengan tujuan mulia sudah mulai berjalan, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan menumbuhkan kesehatan anak-anak di desa-desa. Namun, jika pelaksanaannya tidak diawasi dan dibina dengan baik, hasilnya tentu tidak akan maksimal," kata Hashim.
Ia menegaskan keberhasilan program sangat tergantung pada pengawasan masyarakat. "Program yang tujuan mulia jangan sampai gagal karena lemahnya pengawasan. Mari kita kawal bersama agar setiap program berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa," tegasnya.
ABPEDNAS-SMSI Teken Kerja Sama Kawal Desa
Usai pelantikan, acara dilanjutkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara ABPEDNAS dan Serikat Media Siber Indonesia di atas panggung utama.
PKS ditandatangani Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama bersama Ketua Umum SMSI Firdaus, disaksikan seluruh peserta.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat publikasi dan edukasi program pembangunan desa. SMSI yang menaungi sekitar 3.181 perusahaan media siber di Indonesia menyatakan dukungan terhadap program Jaksa Garda Desa atau Jaga Desa.
ABPEDNAS dan SMSI juga sepakat membentuk Pokja News Room Jaga Desa di setiap kabupaten dan kota. Kolaborasi ini diharapkan mempererat sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, BPD, media, dan masyarakat demi mewujudkan desa yang transparan, akuntabel, dan sejahtera.
Pelantikan Srikandi Jaga Desa sekaligus penandatanganan PKS ABPEDNAS-SMSI menjadi penanda kuatnya peran perempuan dan media siber sebagai mitra pemerintah mengawal pembangunan desa.
Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan, hiburan, dan sesi foto bersama. (rls)