Belajar dari Meta, Kemenkum Riau Perkuat Strategi Komunikasi Publik di Era AI dan Media Sosial Kamis, 25/06/2026 | 14:59
SULUHRIAU, Pekanbaru – Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses berita, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Riau terus memperkuat strategi komunikasi publik agar semakin adaptif, transparan, dan mampu menjangkau masyarakat secara efektif.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Kepala Kanwil Kemenkum Riau, Rudy Hendra Pakpahan, bersama jajaran dalam kegiatan Pembinaan Kehumasan Kementerian Hukum, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini bertema “Strategi Komunikasi Publik yang Efektif di Era Media Sosial” yang digelar secara virtual oleh Biro Hukum, Komunikasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Hukum.
Acara ini menghadirkan narasumber dari Meta Indonesia dan kalangan akademisi yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan ekosistem media sosial, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keamanan akun digital, hingga strategi membangun komunikasi publik yang efektif di tengah transformasi digital.
Kepala Kanwil Kemenkum Riau, Rudy Hendra Pakpahan, menegaskan bahwa penguatan kapasitas kehumasan menjadi salah satu elemen penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kementerian Hukum.
Dalam pemaparannya, Meta Indonesia menjelaskan bahwa pola distribusi konten pada platform Meta kini semakin mengandalkan teknologi AI Recommendation System.
Artinya, jangkauan informasi tidak lagi semata ditentukan oleh jumlah pengikut akun, melainkan oleh kualitas konten, tingkat relevansi, dan interaksi yang mampu dibangun dengan audiens.
Karena itu, instansi pemerintah didorong untuk menghadirkan konten yang menarik perhatian sejak detik pertama, mudah dipahami, serta memiliki nilai manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Meta juga memperkenalkan Threads sebagai salah satu kanal komunikasi yang dinilai memiliki potensi besar bagi instansi pemerintah.
Platform tersebut memungkinkan penyebaran informasi secara cepat, mendukung publikasi breaking news, terintegrasi dengan Instagram melalui fitur cross-posting, serta dapat mengarahkan pengguna ke situs resmi melalui penyematan tautan.
Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai formula penyusunan konten yang efektif melalui prinsip Stop Me, Make It Easy for Me, Reward Me, dan Stay with Me Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan keterlibatan audiens sekaligus memperkuat penyampaian pesan kepada masyarakat.
Tak hanya membahas strategi komunikasi, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya keamanan digital bagi akun resmi pemerintah. Meta menekankan perlunya aktivasi Two-Factor Authentication (2FA), pemeriksaan keamanan akun secara berkala, penggunaan kata sandi yang kuat, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus phishing yang kian berkembang.
Peserta juga dikenalkan dengan layanan Meta AI dan Meta Support Pro yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi konten, pengelolaan akun media sosial, hingga penyelesaian kendala teknis secara lebih cepat dan efisien.
Sementara itu, akademisi Dr. Leviane Jaclin Hera Lotulong menjelaskan bahwa karakter audiens digital saat ini terus berubah. Masyarakat cenderung memiliki rentang perhatian yang lebih singkat, lebih menyukai konten video berdurasi pendek, aktif berinteraksi melalui kolom komentar, dan mengharapkan respons cepat dari penyelenggara layanan publik.
Kondisi tersebut menuntut instansi pemerintah untuk menghadirkan komunikasi yang lebih responsif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Riau berkomitmen mengimplementasikan berbagai strategi yang diperoleh, mulai dari penguatan keamanan akun media sosial, optimalisasi pemanfaatan teknologi AI, hingga penyusunan konten yang lebih informatif dan mudah dipahami.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas komunikasi publik, tetapi juga semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kementerian Hukum di era digital yang terus berkembang. (rls)