HUT 242, Wako Agung Sampaikan PAD Pekanbaru Melonjak, Jalan Mulus Bertambah dan Ekonomi Tumbuh 7,9 Persen Selasa, 23/06/2026 | 20:00
SULUHRIAU, Pekanbaru– Momentum Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 menjadi panggung evaluasi sekaligus refleksi perjalanan pembangunan ibu kota Provinsi Riau.
Dalam Rapat Paripurna HUT Pekanbaru yang digelar DPRD Pekanbaru, Selasa (23/6/2026), Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memaparkan sederet capaian yang berhasil diraih pemerintahannya selama satu tahun empat bulan terakhir.
Di hadapan jajaran pemerintah, unsur Forkopimda, anggota legislatif, tokoh masyarakat hingga tamu undangan, Agung menegaskan bahwa pembangunan harus diukur dari hasil nyata yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar rencana di atas kertas.
"Karena bagi kami, pembangunan bukan sekadar tentang apa yang direncanakan, tetapi tentang apa yang telah dikerjakan, sedang diwujudkan, dan akan terus disempurnakan ke depan," ujar Agung.
Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid itu turut dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Wakil Wali Kota Markarius Anwar, mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru periode 2012-2022 Firdaus-Ayat Cahyadi, serta sejumlah anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Riau dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam pemaparannya, Agung menyebut penguatan tata kelola keuangan daerah menjadi fondasi utama pembangunan. Menurutnya, stabilitas fiskal menentukan keberlangsungan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Upaya penataan anggaran, efisiensi belanja, hingga penguatan tata kelola pemerintahan disebut mulai menunjukkan hasil positif.
Salah satu indikatornya adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak yang naik signifikan dari Rp800 miliar pada 2024 menjadi Rp1,2 triliun pada 2025.
"Kenaikan ini bukan sekadar angka. Ini menunjukkan Pekanbaru bergerak menuju daerah yang semakin mandiri dan mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki," katanya.
Peningkatan PAD tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menilai strategi Pemko Pekanbaru dapat menjadi contoh bagi daerah lain karena berhasil meningkatkan pendapatan tanpa membebani masyarakat.
Di sektor infrastruktur, Agung mengakui kondisi jalan rusak selama ini menjadi salah satu keluhan utama warga. Karena itu, perbaikan jalan ditempatkan sebagai prioritas pembangunan.
Sepanjang 2025, Pemko Pekanbaru berhasil melakukan perbaikan jalan sepanjang 42 kilometer melalui sistem overlay atau pengaspalan ulang. Capaian itu melampaui target awal yang hanya ditetapkan sepanjang 20 kilometer.
Tak hanya infrastruktur fisik, pembenahan tata kelola lingkungan juga menjadi fokus. Sejak 2025, pemerintah kota telah membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di seluruh 83 kelurahan, menjalankan Gerakan Pekanbaru Bersih, serta menggalakkan penanaman pohon untuk membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
Pada sektor sumber daya manusia, Pemko Pekanbaru menjalankan program Zero Anak Putus Sekolah dan Zero Stunting. Hasilnya, sebanyak 1.778 anak yang sebelumnya tidak bersekolah berhasil dikembalikan ke bangku pendidikan selama 2025.
Sementara itu, sekitar 3.000 kasus stunting berhasil ditangani melalui berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah daerah.
Kepedulian sosial juga diwujudkan melalui program nikah massal gratis yang diikuti 71 pasangan, perluasan bantuan sosial, serta berbagai program pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Di bidang pelayanan publik, Pemko Pekanbaru menghadirkan Mobil AMAN untuk mendekatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Selain itu, proses persetujuan bangunan gedung dibuat lebih transparan dan akuntabel, disertai penyediaan layanan internet gratis guna memperluas akses informasi publik.
Sebagai bagian dari visi jangka panjang, pemerintah kota juga mulai menyiapkan Pekanbaru menuju kota modern dan berkelanjutan. Salah satunya melalui uji coba operasional bus listrik yang dilaksanakan pada 2026 sebagai langkah awal pengembangan transportasi publik ramah lingkungan.
Berbagai langkah tersebut, menurut Agung, mulai berdampak terhadap kondisi ekonomi daerah. Pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru tercatat mencapai 7,9 persen, didorong meningkatnya aktivitas perdagangan, jasa, investasi, dan konsumsi masyarakat.
"Alhamdulillah, berbagai upaya dan langkah yang kita lakukan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan," pungkasnya. (src, sr4)