Jelang Penutupan SPMB Riau, Ribuan Calon Siswa Mulai Geser Pilihan Sekolah Selasa, 16/06/2026 | 20:15
SULUHRIAU, Pekanbaru– Persaingan masuk SMA dan SMK Negeri di Riau semakin dinamis menjelang berakhirnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Ribuan calon siswa mulai mengubah strategi dengan memanfaatkan pilihan sekolah kedua dan ketiga untuk memperbesar peluang lolos seleksi.
Data panitia SPMB Riau hingga Selasa (16/6/2026) pukul 14.28 WIB menunjukkan sebanyak 80.966 akun Dapodik telah aktif.
Dari jumlah tersebut, 74.281 calon murid sudah menggunakan pilihan pertama, sementara 16.575 peserta memanfaatkan pilihan kedua dan 2.982 peserta telah menggunakan pilihan ketiga.
Angka tersebut menunjukkan semakin banyak peserta yang aktif memantau perkembangan peringkat mereka di sekolah tujuan.
Ketatnya persaingan membuat sebagian calon siswa memilih melakukan penyesuaian sebelum masa pendaftaran berakhir.
Tim Teknis SPMB Riau, Jeffri Hunter, mengatakan tren penggunaan pilihan kedua dan ketiga meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi penting bagi peserta yang posisinya mulai terancam keluar dari kuota penerimaan.
"Peserta yang merasa posisinya belum aman sebaiknya segera memanfaatkan pilihan kedua atau ketiga yang masih tersedia. Jangan menunggu hingga mendekati penutupan pendaftaran," ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah berbagai kendala teknis pada awal pelaksanaan berhasil diatasi, sistem pendaftaran kini berjalan lebih stabil sehingga masyarakat dapat mengakses layanan dengan lancar.
Kondisi tersebut membuat peserta lebih leluasa memantau perangkingan secara berkala dan mengambil keputusan yang dianggap paling menguntungkan.
Menurut Jeffri, masih ada sebagian peserta yang bertahan hanya dengan satu pilihan sekolah meski posisi mereka berada di luar zona aman.
Situasi itu dinilai cukup berisiko mengingat perubahan peringkat dapat terjadi sewaktu-waktu hingga masa pendaftaran ditutup.
Karena itu, panitia terus mengingatkan calon murid dan orang tua agar tidak hanya fokus pada sekolah favorit, tetapi juga mempertimbangkan peluang yang tersedia melalui pilihan lain.
"Manfaatkan seluruh kesempatan yang diberikan sistem. Jangan sampai kehilangan peluang hanya karena terlambat menentukan pilihan," katanya.
Panitia SPMB menetapkan batas akhir pemilihan sekolah pada 19 Juni 2026 pukul 13.00 WIB. Setelah tenggat waktu tersebut berakhir, peserta tidak lagi dapat menambah maupun mengubah pilihan sekolah.
Pemerintah Provinsi Riau memastikan seluruh tahapan seleksi terus dipantau agar berjalan transparan, objektif, dan sesuai aturan yang berlaku.
Dengan waktu yang semakin singkat, beberapa hari ke depan diperkirakan menjadi fase paling menentukan bagi puluhan ribu calon siswa yang masih berupaya mengamankan kursi di SMA dan SMK Negeri pilihan mereka.
Bagi peserta yang belum berada di posisi aman, keputusan yang diambil sebelum penutupan pendaftaran bisa menjadi penentu masa depan pendidikan mereka. (src)