☰ Sport Piala Dunia Amerika-Mexico Axolotl 'Ikan Berjalan' Jadi Maskot Piala Dunia 2026, Populasinya Hampir Lenyap di Alam Liar Rabu, 10/06/2026 | 09:03
Maskot Piala Dunia 2026
SULUHRIAU– Gambar axolotl, salamander akuatik khas Meksiko, menghiasi jalanan dan fasilitas publik di Mexico City menjelang Piala Dunia 2026.
Hewan berwarna ungu cerah itu muncul di mural hingga gerbong kereta bawah tanah sebagai maskot tak resmi kota tuan rumah.
Mexico City akan menjadi tuan rumah lima pertandingan, termasuk laga pembuka pada Kamis [11/6/2026]. Popularitas axolotl meningkat seiring persiapan tersebut.
“Beberapa orang asing bertanya apakah bisa dimakan - jawabannya tidak, mereka berisiko punah,” kata Ernesto Velaquez, penjual mainan di Taman Chapultepec, dikutip Reuters.
“Saya berharap Piala Dunia akan membantu orang-orang belajar lebih banyak sehingga kita bisa merawat mereka dengan lebih baik,” imbuhnya.
Namun, penggunaan axolotl sebagai ikon mendapat kritik dari sebagian warga. Mereka menilai pemilihan hewan yang nyaris punah ini mengalihkan perhatian dari masalah infrastruktur dan minimnya upaya konservasi.
Di alam liar, keberadaan axolotl semakin sulit ditemukan. Sensus yang dimulai pada 2024 belum mencatat satu pun individu selama dua tahun terakhir.
Koordinator sensus Vania Mendoza mengatakan timnya menyisir kanal-kanal di Xochimilco menggunakan tongkang sebelum fajar sepanjang musim dingin.
Meski tak menemukan axolotl secara langsung, analisis DNA air memastikan beberapa ekor masih bertahan di sana. “Kami tahu mereka ada di sana,” kata Mendoza.
Data Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM) menunjukkan populasi axolotl anjlok drastis. Pada 2014 tercatat sekitar 36 ekor per kilometer persegi di Xochimilco, turun jauh dari 6.000 ekor per kilometer persegi pada 1998.
Kondisi ini membuat axolotl kini masuk kategori nyaris punah, meski wajahnya justru tampil mencolok menyambut pesta sepak bola dunia. (cnn, src)