Gempa M7,8 Guncang Filipina, BMKG: Gelombang Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Indonesia Senin, 08/06/2026 | 14:23
SULUHRIAU – Gempa bumi magnitudo 7,8 yang mengguncang perairan lepas pantai Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026) pagi memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.
Gelombang tsunami minor telah terdeteksi di tiga titik pesisir Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gelombang tsunami terjadi di Kedi, Maluku Utara dengan ketinggian 0,09 meter, Ulu Sia 0,18 meter, dan Melonguane 0,19 meter.
Gempa terjadi pukul 07.37 waktu setempat di perairan Mindanao. Guncangan kuat menyebabkan kerusakan parah di Pulau Mindanao, termasuk runtuhnya bangunan di Kota General Santos. Petugas kepolisian terlihat berjaga di sekitar lokasi terdampak.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina sebelumnya memperingatkan potensi gelombang tsunami lebih dari satu meter dalam beberapa jam setelah gempa. Masyarakat di wilayah pesisir Filipina diminta segera mengungsi ke tempat lebih tinggi.(Phivolcs)
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyatakan pemerintah akan bergerak cepat menangani dampak bencana di Mindanao. “Pemerintah Filipina sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao,” ujarnya.
Di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB] langsung mengeluarkan status siaga dan waspada untuk pesisir Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan anomali ketinggian muka air laut yang terdeteksi masih minor. Namun warga diminta tetap waspada mengingat frekuensi gempa susulan bermagnitudo besar masih terjadi.
“Mengingat frekuensi gempa susulan bermagnitudo besar masih terus terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, warga diminta untuk tetap berada di titik lokasi yang aman, menjauhi area pantai serta struktur bangunan yang retak,” kata Abdul Muhari, Senin (8/6/2026).
Filipina dan Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, jalur patahan seismik aktif yang membuat kedua negara rentan terhadap gempa, letusan gunung berapi, dan tsunami.
Hingga Senin siang, BNPB mengimbau masyarakat di wilayah pesisir terdampak untuk tidak kembali ke area pantai sebelum ada pernyataan resmi dari otoritas. (dwc, src)