Rekontruksi Kasus Pembacokan Tersangka Rayhan di Kampus UIN Suska Dikerumuni Mahasiswa Kamis, 07/05/2026 | 22:54
SULUHRIAU, Pekanbaru- Suasana di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (Fasih) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mendadak riuh pada Kamis (7/5/2026), saat digelar rekonstruksi kasus pembacokan yang terjadi Bulan Ramadhan, Februari lalu.
Ratusan mahasiswa memadati lokasi untuk menyaksikan langsung jalannya reka adegan yang diperagakan penyidik bersama tersangka.
Sejak rekonstruksi dimulai, mahasiswa terlihat berdesakan di sekitar lokasi. Banyak di antaranya mengabadikan momen menggunakan ponsel, sementara sorak sorai beberapa kali pecah ketika adegan demi adegan diperagakan aparat kepolisian.
?Rekonstruksi ini dilakukan untuk memperjelas rangkaian peristiwa saat Raihan menyerang mantan kekasihnya, Farah, sebelum ujian seminar skripsi.
Kedatangan aparat Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama tersangka Raihan Mufazzar yang merupakan mahasiswa Syariah yang melakukan pembacokan terhadap wanita yang dicintainya, menjadi pusat perhatian ratusan mahasiswa yang ingin menyaksikan proses rekonstruksi kasus pembacokan yang terjadi Februari lalu.
?Tersangka Raihan tiba di lokasi kejadian dengan pengawalan ketat tim penyidik. Menggunakan penutup wajah (sebo) berwarna hitam dan tangan terborgol, Raihan tampak tertunduk saat digiring petugas menuju gedung fakultas.
?Rekonstruksi ini dilakukan untuk memperjelas rangkaian peristiwa saat Raihan menyerang mantan kekasihnya, Farah, sebelum ujian seminar skripsi.
Kehadiran tersangka memicu kerumunan mahasiswa yang memantau dari kejauhan, penasaran dengan detik-detik aksi nekat yang sempat menggemparkan dunia pendidikan di Riau tersebut.
?Hingga hari ini, lokasi kejadian yang terletak di lantai dua gedung Fakultas Syariah masih dipasangi garis polisi.
Anshori, seorang dosen di Fakultas Syariah, mengungkapkan bahwa ruangan tersebut sengaja tidak digunakan sejak peristiwa berdarah itu terjadi.
?"Untuk lokasi kejadian hingga saat ini masih dipasang garis polisi. Darah korban bahkan terlihat sudah mengering dan menghitam di sana. Ruang ujian seminar yang berada di lantai dua itu sampai sekarang belum kami gunakan untuk aktivitas akademik," ujar Anshori di lokasi rekonstruksi.
?Proses reka adegan ini berlangsung tertutup di dalam ruangan, namun pengamanan di luar gedung tetap diperketat.
Mahasiswa yang merupakan rekan sejawat korban dan pelaku tampak berkumpul di sekitar area gedung untuk melihat proses hukum yang berjalan.
?Kasus ini menjadi sorotan tajam karena terjadi di lingkungan akademik dan di tengah momentum penting mahasiswa, yakni ujian seminar skripsi.
Polisi melakukan rekonstruksi ini guna melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses peradilan lebih lanjut. (src)