SULUHRIAU, Pekanbaru- Kecelakaan tunggal terjadi, satu unit truk tangki terguling di atas jembatan layang (flyover) Jalan Sudirman depan Rumah Sakit Awal Bros, Kota Pekanbaru, Kamis (19/2/2026) pagi.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Penyebab diduga pengemudi ngantuk dan mengalami microsleep atau tertidur sejenak.
Mobil tangki bermerek Hino dengan nomor polisi BM 9195 QB tersebut melaju dari arah selatan menuju utara.
Saat memasuki pangkal jembatan layang, kendaraan kehilangan kendali hingga menghantam pagar pembatas jalan. Laju kendaraan yang tidak terarah membuat truk naik ke atas pagar sebelum akhirnya terguling ke sisi kanan badan jalan.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru AKP Satrio BW Wicaksana menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, penyebab utama kecelakaan adalah kondisi fisik pengemudi yang tidak prima.
"Dugaan sementara, pengemudi mengalami microsleep sehingga kehilangan kendali optimal saat melintas di tanjakan flyover," ujar Satrio, Kamis siang.
Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Bobby Criswod (27) dengan ditemani seorang penumpang bernama Dismar Simbolon (41).
Meskipun bagian depan truk mengalami kerusakan berat dan pagar pembatas jalan hancur, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Proses evakuasi truk sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di jalur barat Jalan Jenderal Sudirman karena bertepatan dengan jam berangkat kerja.
Petugas kepolisian segera melakukan penanganan sehingga arus kendaraan kembali normal dalam waktu singkat. Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Satrio mengatakan, kecelakaan tunggal pada pagi hari sering kali disebabkan oleh faktor kelelahan, terutama pada pengemudi angkutan berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Ia mengimbau para pengendara untuk tidak memaksakan diri jika merasa mengantuk.
"Keselamatan harus menjadi prioritas. Jika merasa kurang bugar atau mengantuk, sebaiknya menepi untuk beristirahat sejenak guna menghindari risiko fatal bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain," pungkasnya. (src)