Disambut Antusias Jamaah, Isra Mi'raj di Mesjid Nurul Ihsan Hadirkan Ustadz Nursal Asal Kampar Rabu, 07/02/2024 | 12:32
SULUHRIAU, Pekanbaru - Peringatan Isra' M'iraj 1445 H di Masjid Nurul Ihsan, Jalan Irkab, Kelurahan Sidomulyo Timur, Marpoyan Damai, Selasa (6/2/2024) malam dihadiri ramai jemaah.
Pengurus masjid, menghadirkan Ustadz Nursal SHi, MH asal Kampar sebagai penceramah. Peringatan Isra' Mi'raj ini dilaksanakan ba'da Isya.
Jemaah antusias mendengarkan tausyiah Ustadz Nursal tersebut. Hampir tidak ada jemaah beranjak dari tempat duduknya menyimak dan mendengarkan tausyiah ustadz dikenal energik ini. Dengan gaya dan retorika ceramah ustadz Nursal. Sesekali jemaah tertawa dengan humor utadz ini.
Dalam tausiyahnya, ustadz Nursal menyampaikan, jika peristiwa Isra Miraj adalah perjalanan penting Nabi Muhammad SAW. Di mana Rasulullah diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram menuju ke Masjid Al- Aqsa hingga sampai ke Sydratul Muntaha.
Dilanjutkannya, Isra Miraj terjadi karena pada saat peristiwa tersebut, Nabi Muhammad sedang dalam keadaan sedih atau disebut tahun kesedihan. Rasulullah kehilangan dua sosok penting, pelindung yang merupakan orang terdekatnya, yaitu pamannya Abu Thalib serta istri tercinta Rasulullah, yaitu Sayyidatina Siti Khadijah.
"Maka dari itu, pada satu malam, Allah SWT memberikan hadiah berupa perjalanan pada Rasulullah sebagai pengobat hatinya," kata Ustadz Nursal.
Disebutkan Ustadz Nursal, peristiwa Israk Mikraj ini berkaitan erat dengan salat lima waktu. Di mana yang menjadi sejarah dalam peristiwa tersebut berkat Isra Miraj Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah untuk menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam.
“Untuk itu marilah kita tanamkan niat untuk selalu melaksanakan salat lima waktu, berdoa, bermunajat dan berserah diri kepada Allah SWT, memohon ampunan dan meminta keberkahan dan petunjuk di setiap permasalahan yang kita hadapi, dan yang paling utama hindari hal-hal yang menghambat diterimanya amal sholeh kita di hadapan Allah SWT,†ajaknya.
Lebih lanjut, peringatan Isra Miraj ini merupakan momentum sebagai bentuk perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT, yang senantiasa menganugerahkan berbagai nikmat, serta yang paling utama adalah bahwa sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW harus dijadikan suri teladan bagi semua umat Islam.
“Melalui momentum ini pula, hendaknya kita manfaatkan untuk tetap istiqomah, mengikat diri terhadap ajaran Islam yang utuh, menyempurnakan akhlak dengan menjabarkan, menterjemahkan, merespon pesan dan nilai Islam ke dalam seluruh aspek kehidupan," tambahnya.
Karena, kata Ustadz, kalau ingin hidup tenang, ingin sukses, maka jangan tinggalkan salat. 'Karena salat adalah tiang agama, serta teruslah membaca sholawat agar hidup lebih bermakna dan mendapat ketenangan serta berkah dari Allah SWT,†pesannya.
Sementara itu, Ketua Masjid Nurul Ihsan, Dr H Muhammad Harris Kampay, M.Pd mengatakan, peringatan Isra Miraj ini Nabi Muhammad SAW harus dapat dijadikan sebagai momentum untuk memotivasi diri guna meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT.
"Momentum Isra Miraj Nabi Muhammad SAW hendaklah dijadikan pembelajaran dan sarana introspeksi diri agar lebih baik lagi. Sehingga berbagai problema kehidupan dapat disikapi dengan cara arif dan bijaksana, sembari mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjalankan perintahnya dan menjauhkan larangannya," ujar Harris.
Selain menggelar acara tausiyah ustadz Nursal, panitia dan pengurus masjid juga menggelar lomba salat dan lomba azan bagi anak-anak di lingkungan masjid. (kim)