Diriwayatkan dari Abu Nasr al-Wasiti bahwa ia berkata, "Aku mendengar Abu Rojak al-Athoridi berkata dari riwayat Abu Bakar ash-Shidiq bahwa ada seorang Baduwi mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian ia berkata, "Telah sampai kepadaku (Wahai Rasulullah!) bahwa Anda mengatakan kalau dari sholat Jumat satu sampai sholat Jumat berikutnya dan dari sholat satu sampai sholat berikutnya adalah pelebur dosa-dosa di waktu antaranya bagi orang yang menjauhi dosa-dosa besar."
Rasulullah menjawab: "Iya benar." Kemudian beliau menambahkan dan berkata: "Mandi pada hari Jumat adalah pelebur dosa dan berjalan menuju sholat Jumat adalah pelebur dosa. Setiap langkah dari berjalan menujunya adalah seukuran amalan selama 20 tahun. Ketika seseorang telah selesai dari sholat Jumat maka ia dibalas dengan amalan 200 tahun."
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu. Hadis ini tidak bertetantangan dengan yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah.
Nabi bersabda: "Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa-dosa yang di antara semua itu, jika dosa-dosa besar dijauhi."
Dari Yazid bin Abu Maryam berkata, "Abayah bin Rafi bin Khadij menyusulku ketika saya menuju ke masjid untuk sholat Jumat (berjalan kaki) sedang dia berkendaraan. Dia berkata, 'Bergembiralah! saya telah mendengar Abu Abs berkata:
Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang kedua kakinya terkena debu di jalan Allah 'azza wajalla, niscaya Allah mengharamkan kedua kakinya dari (siksa) neraka." (HR Ahmad 15935).
Syekh Syuaib Al-Arnauth mengatakan, Sanadnya shahih sesuai persyaratan Al-Bukhari.
"Sesungguhnya pahala orang yang terbesar dalam hal sholat adalah mereka yang paling jauh jarak jalan kakinya kemudian yang berikutnya." (HR Muslim 662)