Seskab: Pemerintah Tak Ikut Campur Dalam Penentuan Ketum Golkar Senin, 09/05/2016 | 20:19
JAKARTA, Suluhriau- Berhembus isu tentang adanya salah satu calon ketum Golkar yang mendapat dukungan Pemerintah. Seskab Pramono Anung kemudian menepis isu tersebut.
"Presiden sampaikan berulang kali, ke siapapun maupun calon-calon yang ingin bertemu langsung kepada Bapak Presiden. Presiden sampaikan bahwa dipersilakan untuk Golkar menyelenggarakan munasnya secara demokratis," kata Pramono di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2016).
"Pemerintah sama sekali tak ingin campur tangan dalam penentuan siapapun yang mau jadi ketum Golkar. Eranya sekarang ini terbuka, era demokrasi, dan pemerintah sangat menghargai kemandirian parpol. Sehingga dengan demikian tak ada pikiran oleh pemerintah untuk mencampuri urusan demokrasi yang ada di Partai Golkar," sambungnya.
Tetapi Pramono tak melarang bilamana ada menteri atau pun pejabat pemerintahan yang memberikan dukungan kepada salah satu calon Ketum Golkar di munaslub. Hanya saja jangan sampai dukungan itu mengatasnamakan pemerintah.
"Bahwa kemudian ada orang per orang yang memiliki latar belakang sebagai kader Partai Golkar, ya silakan saja kalau mau mendukung. Tetapi bukan kemudian artinya adalah Presiden, artinya adalah Istana, artinya adalah Pemerintah (juga mendukung). Karena yang bersangkutan Kader Golkar. Kalau Kader Golkar ya monggo-monggo saja untuk memberikan dukungan. Itu urusan personal," ungkap Pramono.
Isu yang muncul adalah Menko Polhukam yang mendukung Setya Novanto dalam Munaslub Golkar. Tetapi Luhut sudah menepis tudingan tersebut.
Pramono sendiri juga mengaku banyak petinggi Golkar yang menanyakan hal ini. Dia lalu mengklarifikasi sikap pemerintah yang sebenarnya, yakni tak mendukung satu pun calon untuk menang dalam Munaslub Golkar.
"Tak ada pembicaraan itu. Tapi yang jelas, sekali lagi, yang paling penting ditegaskan supaya ini enggak jadi rumor, karena banyak juga petinggi Golkar yang menanyakan kepada kami apakah ada hal tersebut. Sebagai pemerintah, kita enggak ikut campur urusan Munas Golkar. Kalaupun ikut campur, itu cuma (untuk) membuka karena memang diundang," pungkas Pramono. (dtc)