☰ Peristiwa Dari Seminar & Workshop Bidan Delima IBI Bidan Perlu Meningkatkan Pemahaman Asuhan Kebidanan Minggu, 17/04/2016 | 20:33
BENGKALIS, Suluhriau- Pelaksana Tugas Asisten Tata Praja Pemkab Bengkalis, Hj Umi Kalsum mengatakan, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan tolak ukur dalam menilai kesehatan suatu daerah dan bangsa.
Karenanya, imbuh istri mantan Kaban Kesbangpol Bengkalis ini, masih menjadi prioritas program pembangunan kesehatan di Indonesia, tidak terkecuali di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. Melalui pelaksanaan berbagai program kesehatan, pemerintah dan termasuk Pemkab Bengkalis, terus dan berupaya keras menurunkan AKI dan AKB.
"Untuk Kabupaten Bengkalis, program itu diantaranya mendekatkan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat, menempatkan bidan di desa, meningkatkan program Keluarga Berencana agar ibu hamil makin berkurang dan komplikasi kian menurun, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Cik Umi, begitu dia akrab disapa.
Membacakan sambutan tertulis Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Umi Kalsum mengatakan itu ketika membuka seminar dan workhop kebidanan yang ditaja Pengurus Cabang Bengkalis Ikatan Bidan Indonesia, Minggu (17/4/2016).
Seminar dan workshop Bidan Delima Ikatan Bidan Indonesia (IBI)cabang Bengkalis Kegiatan yang mengambil tema 'Tingkatan Kualitas Asuhan Kebidanan untuk Menurunkan AKI dan AKB' itu,dengan jumlah peserta 258 bidan yang terdiri dari Bidan Pemerintah baik PNS maupun PTT serta Bidan Prektek Swasta,selama 2 hari, dengan menghadirkan nara sumber Dr. Fadler Spog. Der. Ardi Budi Dharma SPA.
Rita Puspa SKM. MP. Bidan Linda Am.Keb.Dinas Kesehatan Bengkalis dan Fasilitator Bidan Delima, dilaksanakan di Pantai Marina Hotel, Bengkalis. Tampak hadir Plt, Asisten Tata Praja Pemkab Bengkalis, Hj Umi Kalsum,Ketua IBI Bengkalis Hj. Sovia Yanti, A.Md.Keb. Dinas Kesehatan yang diwakili Kabid Pelayanan Kesehatan Rita Puspita.Pengurus Bidan Delima serta Fasilitator Bidan Bengkalis dan Duri, Nara Sumber serta Tamu undangan.
Masih kata Umi Kalsum, pelaksanaan berbagai program kesehatan itu sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten agar dapat mencapai tujuannya, tidak terkecuali bidan.
Bidan, menurutnya, berperan penting sebagai ujung tombak atau orang yang berada di garis terdepan karena merupakan tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan wanita dan bayi sebagai salah satu sasaran program."Karna itu, bidan perlu senantiasa meningkatkan kompetensinya.
Salah satunya dengan meningkatkan pemahaman asuhan kebidanan mulai dari wanita hamil hingga nifas serta asuhan kebidanan untuk kesehatan bayi. Bidan sebagai pemberi asuhan kebidanan memiliki posisi strategis untuk berperan dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB," katanya.
Sementara itu, Bupati Amirul Mukminin dalam sambutan tertulis yang dibaakan Sisten Tata Praja Umi Kalsum mengatakan, mengutip Kementerian Kesehatan, Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengatakan, asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebütuhan masalah dalam bidang kesehatan ibu hamil, masa persalinan, masa nifas, bayi setelah lahir serta keluarga berencana.
Sedangkan menurut ruang lingkupnya, asuhan kebidanan adalah asuhan yang diberikan seorang bidan kepada remaja putri, wanita pra nikah, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, menopause, dan wanita dengan gangguan reproduksi. Sementara berdasarkan jenisnya, asuhan kebidanan terdiri dari asuhan kebidanan pada ibu hamil, pada ibu bersalin, pada ibu nifas, pada bayi baru lahir, pada neunatus dan Balita, pada pelayanan Keluarga Berencana, serta asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan reproduksi.
Kesemua jenis asuhan kebidanan yang diberikan seorang bidan terhadap kliennya, menurut Amril, memiliki korelasi langsung dengan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
"Begitu juga kualitas asuhan kebidanan yang diberikan. Semakin baik asuhan kebidanan yang diberikan seorang bidan pada kliennya, maka akan semakin kecil pula kemungkinan terjadinya kematian ibu dan bayi," kata Amril. (las)